Senin, 31 Oktober 2011

SOFTSKILL BAB IV


BAB 4
ILMU SOSIAL DASAR
PEMUDA DAN SOSIALISASI

KELOMPOK 2
·         Muhammad Januarizman Akbar
·         Kiki Asfiyani
·         Yulita Dwi Irawan
·         Mujahid ramadhan
·         Ega septian
·         Andrew oliver
·         Ferdy herlambang
·         Raden Bagus Teguh Sulisstiadi

STUDI KASUS
Peranan Pemuda Dalam Sosialisasi Bermasyarakat

PEMUDA merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekuasaan.
Sejarah telah mencatat kiprah pemuda-pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan lain-lain dengan penuh mengorbankan dirinya untuk bangsa dan Negara.
Dalam sebuah pidatonya, Sukarno pernah mengorbakan semangat juang Pemuda apa kata Sukarno “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.
Satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa merupakan sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Begitu kompaknya pemuda Indonesia pada waktu itu, dan apakah semangat pemuda sekarang sudah mulai redup, seolah dalam kacamata negara dan masyarakat seolah-olah atau kesannya pemuda sekarang malu untuk mewarisi semangat nasionalisime. Hal tersebut di pengaruhi oleh Globalisasi yang penuh dengan tren.
Sukarno, Hatta, Syahrir seandainya mereka masih hidup pasti mereka menangis melihat semangat nasionalisme pemuda Indonesia sekarang yang selalu mementingkan kesenangan dan selalu mementikan diri sendiri..
Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar. Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan negara. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.
Dengan penuh harapan moga pemuda-pemudi dan generasi penerus harapan bangsa dapat menjelma menjadi sukarno-sukarno masa depan dengan samangat juang yang tinggi.
Sumber :
http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/23/peranan-pemuda-dalam-sosialisasi-bermasyarakat/

OPINI
v  MUHAMMAD JANUARIZMAN AKBAR ( 14111890) :
Pemuda jaman sekarang benar-benar berbeda dengan jaman penjajahan dahulu. Seharusnya pemuda jaman sekarang yang menjadi kader penerus bangsa untuk meneruskan sifat kesosialisasian dalam bermasyarakat seperti jaman penjajahan harus tetap ditegakkan. Jangan hanya bersosialisasi dengan sekumpulan masyarakat dalam suatu daerah saja, melainkan bersosialisasi dengan masyarakat yang ada diseluruh Indonesia. Tidak lupa disertakan semangat juang yang tinggi agar terwujudnya pemuda yang mengarah kepada masyarakat madani.

Rumusan masalah :
1.      Jelaskan internalisasi belajar dan solidaritas
2.      Jelaskan proses sosialisasi



INTERNALISASI BELAJAR DAN SOLIDARITAS
Internalisasi belajar dan Solidaritas adalah Internalisasi adalah proses peresapan pengetahuan ke dalam pikiran. Dalam proses ini, pengetahuan eksplisit (kelihatan, biasanya dalam bentuk simbol dan kode) diubah ke dalam bentuk tasit (tak kelihatan). Contoh internalisasi adalah membaca buku, cetak maupun digital. Buku cetak tentu tak perlu dihadirkan dengan teknologi informasi. Sedangkan buku digital atau elektronik memerlukan teknologi informasi.

Pengertian sosialisai
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

Sosialisasi dapat terjadi melalui interaksi social secara langsung ataupun tidak langsung. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui kelompok social, seperti keluarga, teman sepermainan dan sekolah, lingkungan kerja, maupun media massa. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, sekolah, teman bermain media massa dan lingkungan kerja.
a. Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orangtua yang baik dalam proses sosialisasi anak, antara lain :
1. berusaha dekat dengan anak-anaknya
2. mengawasi dan mengendalikan secara wajar agar anak tidak merasa tertekan
3. mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk
4. memberikan keteladanan yang baik
5. menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran.
6. menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga.
b. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seorang anak di sekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme (universal) dan kekhasan / spesifitas (specifity).
c. Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya, sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya.
d. Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh :
1) adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat
2) penayangan berita-berita peperangan, film-film, dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton.
3) Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.
1) Lingkungan kerja dalam panti asuhan
Orang yang bekerja di lingkungan panti asuhan lama kelamaan terbentuk kepribadian dengan tipe memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, sabar dan penuh rasa toleransi.
2) Lingkungan kerja dalam perbankan
Lingkungan ini dapat membuat seseorang menjadi sangat penuh perhitungan terutama terhadap hal-hal yang bersifat material dan uang.

Faktor-faktor interaksi sosial
1. Imitasi
Imitasi adalah proses social atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan atau gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki orang lain.
Contoh :
a. Dalam lingkungan keluarga
Contohnya : cara berbicara, cara berpakaian
b. Dalam lingkungan masyarakat
Contohnya : Gaya rambut dan pakaian. Faktor-faktor yang mempercepat proses imitasi.
a. media audio visual seperti radio, dan televisi serta media cetak (Koran, majalah).
b. Makin kompleksnya masyarakat dan makin tingginya interaksi social.
2. Sugesti
Sugesti adalah rangsangan, pengaruh, atau stimulasi yang diberikan oleh seorang individu kepada individu lainnya, sehingga orang yang diberi sugesti melaksanakan apa yang disugestikannya tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional. Sugesti terbentuk berasal dari orang-orang yang memiliki wibawa, kekuasaan, maupun pengaruh besar, dalam lingkungan social. Misalnya ulama, ketua adapt, cendikiawan, sesepuh kampung, dan sebagainya.
Sugesti akan berlangsung cepat atau lambat dipengaruhi oleh hal-hal berikut :
a. Usia
b. Kemampuan intelektual
c. Keadaan fisik
d. Kepribadian
Orang untuk tersugesti diantaranya sebagai berikut :
a. Kurang bersikap kritis
b. Berpendidikan rendah
c. Pemberi sugesti mempunyai otoritas. Contohnya nasihat ulama akan lebih didengar dan dipatuhi dari pada nasihat tokoh intelektual.
d. Orang yang dalam keadaan ragu-ragu.
3. Identifikasi
4. Simpati
5. Empati
6. Motivasi


SOFTSKILL BAB III


BAB III
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

PERAN GANDA PEREMPUAN PADA KELUARGA MASYARAKAT PESISIR
bentuk partisipasi yang dilakukan oleh istri nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarganya di Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. para istri nelayan yang ada di Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone yang terdiri dari 10informan yaitu lima orang dari istri seorang nelayan dan lima orang dari istri seorang buruh nelayan. ekonomi keluarganya di Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone sangatlah nyata, baik secara langsung ataupun tidak langsung.Istri nelayan di desa ini telah ikut ambil bagian dalam menambah pendapatan keluarga.Selain mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri dan perbekalan bagi suami untuk melaut, ibu-ibu di Desa Angkue juga masih aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan seperti kegiatan PKK, arisan dan pengajian sebagai wujud partisipasinya di dalam kehidupan bermasyrakat.Namun dalam ekonomi bentuk partisipasi seorang istri nelayan di Desa Angkue ada dua hal yaitu mengolah ikan-ikan hasil tangkapan suami termasuk menjualnya, selain itu juga biasanya istri-istri nelayan memilih profesi sebagai pengolah ikan asin ataupun buruh pengikat rumput laut.Ada juga dari beberapa istri nelayan yang merupakan istri dari seorang nelayan membuka usaha seperti warung makan ataupun warung bahan-bahan pokok kebutuhan rumah tangga.Dari hasil mereka ini lah, kekurangan penghasilan suami dapat ditutupi..
v  MUHAMMAD JANUARIZMAN AKBAR ( 1411890)
          Sikap kepedulian sang istri terhadap suami di Desa Angkue ini sangatlah perlu dicontoh oleh semua kalangan wanita di seluruh Indonesia. Para wanita di desa ini memiliki rasa kepedulian yang tinggi, dan hebatnya mereka juga melakukan kegiatan sosialisasi seperti mengadakan arisan, pengajian, dan sebagainya. Menurut saya untuk membentuk suatu masyarakat yang memiliki sosialisasi tinggi, tata kehidupan masyarakat desa Angkue ini patut di contoh. Karena apabila dalam suatu kehidupan bermasyarakat di suatu daerah tidak memiliki sosialisasi, akan timbul suatu masyarakat yang tidak mengenal satu sama lain, contohnya seperti kehidupan di perumahan elite, atau komplek-komplek besar.



Pengertian Fungsi Keluarga                                                                                   
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh keluarga.
Menurut buku Ilmu Sosial Dasar fungsi keluarga dapat dinyatakan sebagai berikut;
a.pembentukan kepribadian
b.sebagai alat reproduksi kepribadian.
c.keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
d.keluarga juga sebagai perkumpulan perekonomian
e.keluarga juga sebagai tempat pengasuhan dan pendidikan.

Ki Hajar Dewantoro juga mengartikan bahwa keluarga kumpulan beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial,enak dan berkehendak bersama-sama untuk memperteguh gabungan dan memuliakan masing-masing anggotanya.


beberapa fungsi di keluarga yaitu;
A. Fungsi Biologis
      Dengan fungsi ini dihaerapkan agar suatu keluarga dapat menyelenggarakan proses   perkawinan anak-anaknya.karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan.
B. Fungsi Pemeliharaan
      Keluarga wajib berusaha untuk selalu dan selalu menjaga anggotanya dari gangguan gangguan yaitu;
  1.gangguan udara,hujan,panas maka dibuatlah rumah gangguan penyakit maka disediakan   berbagai obat-obatan
  2.gangguan dari bahayadengan berusaha membuat benteng atau tembok dan menyediakan senjata untuk berjaga jaga.

Rabu, 12 Oktober 2011

SOFTSKILL BAB II


BAB II

Penduduk masyarakat dan kebudayaan

  A.   Studi kasus

Rambu Solo’ Pemakaman Adat Tana Toraja
Siapa yang tak kenal dengan Tana Toraja, negeri dengan begitu banyak adat istiadat dan tempat tujuan wisata yang sangat indah. Tana Toraja, berjarak 300 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan, menyimpan berbagai macam adat dan budaya leluhur yang diwariskan oleh nenek moyang mereka dan tetap lestari hingga kini.
Setiap keturunan suku Toraja, di manapun berada, wajib menjunjung tinggi akar budaya nenek moyang mereka. Hingga kini, anak cucu keturunan suku Tana Toraja yang berada di luar negeri dan berbagai wilayah di Indonesia, akan tetap melakukan tradisi yang sama yang dilakukan oleh nenek moyang mereka ribuan tahun yang lalu.
Ketaatan mereka dalam menjalankan adat istiadat dan budaya peninggalan nenek moyang mereka hingga kini, menarik banyak wisatawan asing dan dalam negeri untuk mengunjungi Tana Toraja setiap tahunnya. Tana Toraja, kini menjadi salah satu daerah wisata andalan yang dimiliki oleh Sulawesi Selatan. Berbagai upacara adat yang dimiliki oleh Tana Toraja dan diselenggarakan setiap tahun, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing.
Ada berbagai upacara adat di Tana Toraja, salah satunya adalah Rambu Solo, upacara pemakaman leluhur yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Acaranya terdiri dari Sapu Randanan, dan Tombi Saratu’. Selain itu, dikenal juga upacara Ma’nene’ dan upacara Rambu Tuka’.
Upacara Rambu Tuka’ dan Rambu Solo’ diiringi dengan seni tari dan musik khas Toraja selama berhari-hari. Rambu Tuka’ adalah upacara memasuki rumah adat baru yang disebut Tongkonan atau rumah yang selesai direnovasi satu kali dalam 50 atau 60 tahun. Upacara ini dikenal juga dengan nama Ma’Bua’, Meroek, atau Mangrara Banua Sura’.
Sementara itu, Rambu Solo’ sepintas seperti pesta besar. Padahal, merupakan prosesi pemakaman. Dalam adat Tana Toraja, keluarga yang ditinggal wajib menggelar pesta sebagai tanda penghormatan terakhir kepada yang telah meninggal. Orang yang meninggal dianggap sebagai orang sakit sehingga harus dirawat dan diperlakukan layaknya orang hidup, seperti menemaninya, menyediakan makanan, dan minuman, serta rokok atau sirih.
Tidak hanya ritual adat yang dijumpai dalam upacara Rambu Solo’. Berbagai kegiatan budaya menarik pun ikut dipertontonkan, antara lain Mapasilaga Tedong (adu kerbau) dan Sisemba (adu kaki).
Rambu Solo’ akan semakin meriah jika yang meninggal adalah keturunan raja atau orang kaya. Jumlah kerbau dan babi yang disembelih menjadi ukuran tingkat kekayaan dan derajat mereka saat masih hidup. Di Rantepao, Anda bisa menyaksikan upacara Rambu Solo yang meriah.
Pembangunan makan bagi keluarga yang meninggal dan penyelenggaraan Rambu Solo’ biasanya menelan dana ratusa juta rupiah hingga miliaran. Tak heran, karena banyak sekali ritual adat yang harus mereka jalankan dalam prosesi pemakaman tersebut.
Salah satu Rambu Solo’ yang besar, berlangsung hingga tujuh hari lamanya. Yang seperti itu disebut Dipapitung Bongi. Hewan yang harus dipotong saja tak kurang dari 150 ekor, yang terdiri dari kerbau dan babi. Dagingnya akan mereka bagikan kepada penduduk desa sekitar yang membantu proses Rambu Solo’.
Upacara yang menyedot perhatian turis asing dan wisatawan lokal adalah  adu kerbau atau yang biasa disebut Mapasilaga Tedong. Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau terlebih dahulu. Kerbau adalah hewan yang dianggap suci bagi suku Toraja. Yang bule atau albino harganya akan sangat mahal, mencapai ratusan juta rupiah. Ada pula kerbau yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke).
Prosesi pemotongan kerbau ala Toraja, Ma’tinggoro tedong adalah kegiatan selanjutnya, yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas. Semakin sore, pesta adu kerbau semakin ramai karena yang diadu adalah kerbau jantan yang sudah memiliki pengalaman berkelahi puluhan kali.
Rambu Solo’ mencerminkan kehidupan masyarakat Tana Toraja yang suka gotong-royong, tolong-menolong, kekeluargaan, memiliki strata sosial, dan menghormati orang tua. Mengenai adu kerbau, ia mengakui di satu sisi menjadi daya tarik pariwisata, namun di sisi lain banyaknya kerbau, terutama kerbau bule (Tedong Bonga), yang dipotong akan mempercepat punahnya kerbau. Apalagi, konon Tedong Bonga termasuk kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) yang merupakan spesies yang hanya terdapat di Toraja. (Kredit Foto: torajacybernews.com)

Sumber                        : http://www.jalanjalanyuk.com/rambu-solo%E2%80%99-pemakaman-adat-tana-toraja


Rumusan masalah :

1.      Jelaskan keterkaitan antara penduduk masyarakat dan kebudayaan
2.      Jelaskan tentang permasalahan penduduk
3.      Tuliskan rumusan angka kelahiran






   1.      Keterkaitan penduduk masyarakat dan kebudayaan

*      Pengertian Penduduk

Pada hakekatnya, pengertian mengenai penduduk lebih ditekankan pada komposisi umur, jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak ekonomi, tingkat pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik lainnya yang menyatakan distribusi frekuensi.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

·         Orang yang tinggal di daerah tersebut                          
·         Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain;
·         ‘Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

*      Pengertian Masyarakat

Dalam ilmu sosiologi kita mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka.Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
*      Pengertian Kebudayaan

Budaya atau Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

*      Keterkaitan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.
Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.
Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

sumber: betesays.blogspot.com





   2.      Permasalahan Penduduk


         Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negara dengan nomor urut keempat dalam besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut data statistik dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 225 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,39 % per tahun. Angka pertumbuhan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, maka pertambahan penduduk setiap tahunnya adalah 3,5 juta jiwa. Jumlah itu sama dengan jumlah seluruh penduduk di Singapura
Dengan jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, membuat tekanan terhadap lingkungan hidup menjadi sangat besar. Paling tidak, 40 juta penduduk hidupnya tergantung pada keanekaragaman hayati di pantai dan perairan. Pada saat yang sama, bahwa sekitar 20% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Sekitar 43% pendudu Indonesia masih tergantung pada kayu bakar. Dan pada tahun 2003, hanya 33% penduduk Indonesia mempunyai akses pada air bersih melalui ledeng dan pompa. Tahun 2000, Jawa dan Bali telah mengalami defisit air mencapai 53.000 meter kubik dan 7.500 meter kubik, sementara di Sulawesi 42.500 meter kubik. Saat yang sama banjir telah melanda di berbagai tempat di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia telah salah mengelola air di Bumi ini.
Menurut Malthus, pertumbuhan jumlah penduduk, bila tidak dikendalikan, akan naik menurut deret ukur (1,2,4,8,dst). Produksi pangan meningkat hanya menurut deret hitung (1,2,3,4,dst). Di Indonesia dengan ledakan penduduk saat ini, mengakibatkan dampak sosial yaitu mengalami krisis pangan. Bahkan di dunia pun terjadi krisis pangan global.
Tahun 2008 dicanangkan sebagai tahun sanitasi sedunia. Jumlah penduduk yang melonjak dipastikan menambah persoalan sanitasi. Sekitar 1 juta jamban di kawasan Jabotabek dibangun dengan jarak kurang dari 10 meter dari sumur. Jika penduduk kota terus melonjak, entah karena urbanisasi atau kelahiran alami, sementara jumlah WC nya tetap bisa dibayangkan sendiri akan menjadi apa jamban tersebut. Kualitas hidup di kota menjadi merosot. Beragam penyakit seperti diare akan menyebar.
Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampka ikutannya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan, serta hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.


   3.      RUMUSAN ANGKA KELAHIRAN

Konsep Dasar

Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. Penduduk tua mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang masih muda.

Definisi

Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu, di suatu wilayah tertentu
Rumus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkxGzQewH50y35gw3fKDlG8TJupPuYgr4m3K_D3oCH-hqVLiLBLMYazTWwnSo__g5sS7X8-BabrIhImyiGdjNrle7N7Fe8p-wEyPWk7Qjuls_FWahRo-RWI6e4fNzfLSw7moilV-CF-fPw/s200/clip_image065.gif





Dimana

CDR =Crude Death Rate ( Angka Kematian Kasar)
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah Penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Catatan1: P idealnya adalah "jumlah penduduk pertengahan tahun tertentu" tetapi yang umumnya tersedia adalah "jumlah penduduk pada satu tahun tertentu" maka jumlah dapat dipakai sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigffXzeRKKnsIZXS1NaC4nM8mwWYOtNKvJAvugHLp74EDYJaO2ip1Up5mzCu6QTZ0Db7CqcR4OwnfG9eUQwFe3YulsQ7yHEXsm7egqjAV0yggJUB0k8XbG7-xvwvJLNsfoTlbVZQiPj6ey/s200/contoh_cdr1.gif




Catatan2: dari Susenas 2003 tercatat sebanyak 767.740 kematian, sedangkan jumlah penduduk pada tahun tersebut diperkirakan sebesar 214.37.096 jiwa. Sehingga Angka Kelahiran Kasar yang terhitung adalah sebesar 3,58. Artinya, pada tahun 2003 terdapat 3 atau 4 kematian untuk tiap 1000 penduduk.

Kegunaan

Angka Kematian Kasar adalah indikator sederhana yang tidak memperhitungkan pengaruh umur penduduk. Tetapi jika tidak ada indikator kematian yang lain angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah.

Kemudian kematian ibu dapat diubah menjadi rasio kematian ibu dan dinyatakan per 100.000 kelahiran hidup, dengan membagi angka kematian dengan angka fertilitas umum. Dengan cara ini diperoleh rasio kematian ibu  kematian maternal per 100.000 kelahiran

Rumus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA7KbwmBGwJNNRkEBQsfcujIsKe_o2bWyNjkVb22FUQlOKIzNaEI2FKM2gyynKTCcRGspFBkEKCYBNFgzfvbN327otw8V4E6jWZ23ugrSfdt37qGNttzaD3QwRJbn0vs3qqoZ1c9nld0hm/s200/rumus_aki.gif




Dimana:

Jumlah Kematian Ibu yang dimaksud adalah banyaknya kematian ibu yang disebabkan karena kehamilan, persalinan sampai 42 hari setelah melahirkan, pada tahun tertentu, di daerah tertentu.
jumlah kelahiran Hidup adalah banyaknya bayi yang lahir hidup pada tahun tertentu, di daerah tertentu.
Konstanta =100.000 bayi lahir hidup


a)      Pengertian Kelahiran dan Angka Kelahiran

Kelahiran

Kelahiran adalah ekspulsi atau ekstraksi lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia kehamilan sama atau lebih 20 minggu.
Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran per 1000 penduduk.
Sumber :
Cunningham, Mac Donald, Gant. Obstetri Williams, ed. ke-18. dr. Joko Suyono & dr. Andry Hartono (penerj.). Jakarta : EGC.

b)      Dinamika Penduduk

Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.





sumber: boykb.blogspot.com


OPINI

   1)      Nama   : Muhammad Januarizman Akbar
NPM    : 14111890
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang tidak sadar bahwa salah satu kekayaan  bangsa kita ini adalah kebudayaan yang sangat beragam sekali yang kita miliki. Maka dari itu kita harus melestarikannya dan perkenalkan budaya kita pada pameran kebudayaan internasional.  Dengan cara itu, kebudayaan Indonesia akan dikenal oleh seluruh masyarakat di dunia. Apalagi saat ini masyarakat dunia hanya mengenal Indonesia pada beberapa titik tertentu, seperti Bali, Jakarta, Lombok, dan lain lain. Mari kita perkenalkan seluruh Kebudayaan yang ada di Indonesia kepada masyarakat di seluruh dunia, dan menjaganya agar tidak di curi oleh Negara lain. Dan tunjukan bahwa Indonesia merupakan Negara yang harus di pandang olelh masyarakat dunia juga. “

   2)      Nama   : Yulita Dwi Irawan
NPM    : 18111280
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Kita sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai pikiran jernih seharusnya mencontoh kebudayaan seperti di Tana Toraja. Banyak aspek yang harus kita pelajari dari kebudayaan tersebut, contohnya dengan membudidayakan peninggalan nenek moyang kita sehingga banyak wisatawan asing yang tertarik dengan kebudayaan di Tana Toraja. Oleh karena itu, kita patut mencontoh kebudayaan tersebut agar tidak di curi oleh Negara lain. “

   3)      Nama   : Mujahid Ramadhan
NPM    : 15111026
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Kita sebagai makhluk social seharusnya mengikuti kebudayaan seperti di daerah Tana Toraja, banyak yang harus kita contoh dari kebudayaan tersebut, seperti dengan membudidayakan peninggalan yang terdahulu yang masih ada. Jadi kita dapat menarik wisata untuk melirik kebudayaan yang kita punya, oleh karena itu kita harus membudidayakan kebudayaan yang sudah ada, agar bisa terkenal di seluruh dunia, atau mancanegara. “

   4)      Nama   : Kiki Asviyani
NPM    : 13111988
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Kebudayaan masyarakat Tana Toraja ini sangat baik dan dapat kita contoh. Membudidayakan segala peninggalan dari nenek moyang kita merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan dan peninggalan yang ada. Maka dari itu kita sebagai bangsa penerus wajib untuk menjaga dan melestarikannya. Agar tidak di anggap milik Negara lain dengan semena-mena. “

   5)      Nama   : Andrew Oliver
NPM    : 10111798
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Dengan melestarikan peninggalan nenek moyang seperti yang ada di Tana Toraja merupakan contoh yang harus kita tancapkan di pikiran kita. Bagaimana tidak, di Negara kita banyak sekali kebudayaan, tetapi dari diri kita sendiri belum mengenalnya secara keseluruhan. Maka dari itu kita harus mengenal semua kebudayaan yang kita miliki dan melestarikannya dengan cara atau adat pada masing-masing kebudayaanya. Dengan begitu kita dapat selalu menikmatinya dan terjaga utuh. “

   6)      Nama   : Ega Septian
NPM    : 12111332
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Pada masyarakat Tana Toraja wajib bagi mereka untuk melestarikan peninggalan dari nenek moyang mereka. Kita juga harus mengikuti adat mereka, segala yang kita punya harus kita jaga dan lestarikan, agar nantinya kebudayaan kita dapat terjaga dengan baik. Apalagi sebelumnya ada kebudayaan yang telah dicuri hak patennya oleh Negara lain, jangan sampai hal tersebut terulang terhadap kebudayaan lain yang kita miliki. “

   7)      Nama   : Ferdy Herlambang
NPM    : 12111823
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Berbagai kebudayaan yang kita miliki saat ini hendaknya di lestarikan dan di jaga oleh masyarakat Indonesia. Jangan lah kita rusak dengan pengaruh dari kebudayaan luar. Contohnya pada masyarakat Tana Toraja tersebut, mereka bisa melakukannya dimulai dari nenek moyang mereka, bahkan sampai saat ini adat Tana Toraja masih dapat kita nikmati sampai saat ini. “

   8)      Nama   : Raden Bagus Teguh Sulisstiadi
NPM    : 15111720
Kelas   : 1KA32
Opini   : “ Adat yang sangat baik untuk kita ikuti, melestarikan peninggalan yang dilakukan oleh masyarakat Tana Toraja sudah mereka lakukan sejak nenek moyang mereka sampai ke cucu-cucu mereka. Menurut saya apabila semua masyarakat Indonesia seperti masyarakat Tana Toraja, tidak mungkin ada kebudayaan kita yang di curi oleh Negara lain. Maka dari itu, jagalah kebudayaan kita serta lestarikanlah lalu perkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. “

Softskill Bab I


BAB I
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM

            A.  STUDI KASUS

Perkelahian Penonton Warnai Konser Jamrud

Warna dan aroma music yang ditawarkan grup music asal kota Cimahi, Jamrud memang berbasis rock. Jadi sudah pasti penampilan grup yang beranggotakan Krisyanto (vocal), Azis M.S (gitar), Roicky Teddy (bass), dan Suherman (drum) dalam “Djarum Super All-Out Tour 2005” cukup menyengat pergelaran pada rabu (16/3) malam di Gasibu tersebut, diwarnai perkelahian para Jamser (sebutan bagi Jamrud mania). Entah karena musik yang dibawakan Jamrud yang mengusung sederet tembang dalam album keenam bertajuk “Jamrud BO 18+” cukup keras atau memang para Jamser sudah jangar akibat terguyur hujan lebat. Apalagi sebagian di antara mereka terlebih dulu menonton permainan Persib saat menjamu Deltras di Stadiion Siliwangi. Gitaris Azis terpaksa beberapa kali maju ke depan panggung karena melihat Krisyanto hanya geleng-geleng kepala melihat ulah para penonton. Hamper di setiap penghujung tembang yang dibawakan Kris sudah pasti penonton akan papuket, saling pukul satu dengan lainnya. “sudah-sudah, kalian ini dating ke sini mau nonton konser  musik apa mau cari musuh. Kalo nonton konser kalian akan mendapatkan teman dan kesenangan. Kalau cari musuh, kalian hanya akan dapat bengep.” Ujar Kris dan Azis. Sebenarnya konser Jamrud dalam “Djarum All-Out Tour 2005” semalam sangat menarik untuk ditonton dan dinikmati. Tidak saja enak di di telingan, tetapi juga indah di mata. Bagaimana tidak, tembang yang dibawakan Kris dibantu additional gitar Surya dan additional terompet Andre dan Yulianus, sangat akrab ditelinga para Jamser. Belum lagi didukung tata cahaya dan sound dengan kekuatan ratusan ribu watt yang cukup membuat dada penonton bergetar. Membuka penampilannya, Jamrud langsung menggebrak lewat tembang bertajuk “Setan 666” dengan music yang didominasi permainan gitar Azis dan gebukan drum Suherman. Tembang ini semacam sindiran bagi mereka yang kecanduan memasang kode buntut dan berupaya mencari nomor jitu ke perkuburan sehingga pada akhirnya hanya bertemankan setan. Mungkin karena tembang yang sebenarnya menjadi salah saatu tembang jago Jamrud dalam “Jamrud BO 18+”, penonton hanya mengapresiasikannya dengan melompat-lompat. Usai lagu tersebut, mereka mengakhirinya dengan saling doron dan berlanjut dengan saling hantam satu dengan lainnya. Kejadian pembuka ini berlanjut pada tembang “Anjink” yang lirik maupun musiknya keras. Hal serupa juga terjadi saat tembang “Anti Sosial”, “Negeri Makmur”, dan “Kapten Kris”. Hal ini mengundang petugas mengamankan situasi, mereka yang berulah ditarik ke luar arena. Ketika hujan mulai reda seiring meredanya ulah penonton, meluncurlah tembang “Suti-Tejo” yang dicomot dari album “Ningrat”. Demikian pula tembang “Gaya” dari album “Ningrat”, dan tembang “Hello Penjahat”, “Naksir Abis” dari album “Sydney 090102” yang merupakan tembang lawas milik Jamrud membuat penonton mampu menikmati pergelaran.

        B.  Latar Belakang Ilmu Sosial Dasar (ISD)

A)     Kemampuan Personal (kemampuan kepribadian)

Kemampuan ini menunjukan sikap dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, serta mengenal dan memahami nilai-nilai keagamaan, bermasyarakat, dasar Negara (Pancasila), lalu memiliki pandangan luas tentang kepekaan diri terhadap masalah apapun yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

B)      Kemampuan Akademik

Kemampuan yang logis dalam berkomunikasi secara ilmiah, baik itu lisan maupun tertulis,  dapat menguasai peralatan analisa, mampu berpikir secara logis, kritis, sistematis dan analisis. Serta memiliki kemampuan konsepsional dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah yg dihadapi beserta kemampuan untuk menawarkan atau menemukan alternative pemecahannya.

C)      Kemampuan Professional

Kemampuan dimana kita dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesi yang bersangkutan.






Sumber                                : http://imamb.ngeblogs.com/ilmu-sosial-dasar/latar-belakang-isd/
                                  www.google.co.id



OPINI


1.       Nama            : Muhammad Januarizman Akbar
NPM              : 14111890
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Menurut saya sih, tidak jarang yah kita melihat kerusuhan dalam sebuah konser. Tidak hanya dalam konser yang ber aliran Rock, namun terkadang konser musik yang beraliran Dangdut, Pop, serta Blue juga terkadang terjadi kericuhan. Kerusuhan seperti itu merupakan sebuah kebiasaan penonton yang berniat senang-senang, tetapi juga membahayakan bagi penonton lain yang hanya menikmati konser tersebut dengan ketenangan dan keseriusan. Menurut saya tidak perlu sampai seperti itu, karena dengan menonton dan mendengarkan saja kita dapat menikmati konser tersebut.”

2.       Nama            : Kiki Asfiyani
NPM              : 13111988
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Sudah pasti pasti ada kerusuhan/bentrok dalam suatu konser karena kurangnya pengamanan yang ketat dari pihak Securitynya. Serta emosi para penontonnya juga terpicu dengan kapasitas penonton yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kericuhan di konser tersebut.”

3.       Nama            : Mujahid Ramadhan
NPM              : 15111026
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Menurut saya kerusuhan yang terjadi sudah biasa terjadi dimana-mana, bukan hanya konser Jamrud ini saja, tetapi pada konser-konser yang lain pasti akan ricu atau rokes. Karena ulah satu dua orang yang memulai dengan senggol-senggolan lah, dan kelamaan penonton akan jadi emosi, factor utamanya bukan karena musik yang dibawakan oleh artisnya, namun lebih ke orang yang ikut nonton dengan niat senang-senang tetapi malah menimbulkan masalah kepada semua penonton yang berada didekatnya.”


4.       Nama            : Yulita Dwi Irawan
NPM              : 18111280
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Penonton tidak  menyadari bahwa kelakuannya itu sudah melanggar ketertiban dan membuat konser tersebut menjadi rusuh. Padahal krisyanto (vocal), azis M.S (gitar) sudah menegur kepada para penonton kalau jangan ada kerusuhan di konser ini. Tetapi penonton tersebut tetap melakukan aksinya dorong mendorong dan saling hantam satu dengan yang lainnya. Seharusnya petugas keamanan menertibkan penonton tersebut dan membuat sanksi kepada penonton yang sudah membuat rusuh konser tersebut.”

5.       Nama            : Andrew Oliver
NPM              : 10111798
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Dengan sistem keamanan dan pengamanan yang minim merupakan factor utama timbulnya kerusuhan dalam suatu konser. Disisi lain juga para penonton yang usil dan saling hantam sana hantam sini. Kesadaran diri dari masing-masing penonton merupakan hal utama yang seharusnya diterapkan kepada setiap orang yang menonton konser. Disini kita mau nonton konser, jadi tidak perlu harus membuat kerusuhan. Banyak yang merasa dirugikan apabila hal itu terjadi.”

6.       Nama            : Ferdy Herlambang
NPM              : 12111823
Kelas             : 1KA32
Opini             : ”Kerusuhan sering terjadi di sebuah konser karena hal sepele seperti adanya provokator yang memulai sebuah kerusuhan dengan cara senggol sana senggol sini dengan berlebihan. Petugas keamanan yang hanya terdiri dari bebarapa orang tidak mungkin dapat mengamankan jumlah penonton yang berjumlah ratusan, bahkan ribuan. Sebaiknya pada saat konser berlangsung petugas security dan petugas yang berwajib berjaga-jaga dengan mengelilingi lokasi konser untuk memastikan tidak terjadi kericuhan dikonser tersebut.”

7.       Nama            : Raden Bagus Teguh Sulistiadi
NPM              : 15111720
Kelas             : 1KA32
Opini             : ”Merupakan hal yang wajar apabila di suatu konser terbuka seperti yang dijelaskan di studi kasus mengalami bentrok atau kericuhan. Hal tersebut terjadi disebabkan keamanan dari pihak penyelenggara tidak maksimal atau tidak bekerja dengan baik. Keamanan dan pengamanan pada saat konser berlangsung merupakan hal yang perlu di perhatikan. Apabila dari keamanan tidak mendukung, maka akan terjadi kerusuhan dari penonton. Apalagi untuk band Rock, Metal, dan beraliran keras, konser tersebut sangat sering sekali terjadi kerusuhan, maka hal utama  yang harus diperhatikan dari si Penyelenggara konser adalah keamanan dan pengamanan para petugas kepada penonton.”

8.       Nama            : Ega Septian
NPM              : 12111332
Kelas             : 1KA32
Opini             : “Mungkin sebaiknya acara konser di selenggarakan secara resmi .. dan memperbanyak petugas keamanan  dan mengamankan sejumlah penonton yang menjadi  biang keributan . karena hampir setiap anak muda indonesia seperti ini, selalu memperpanjang masalah sepele yang berakhir dengan keributan , misalnya senggol-senggolan yang akan berakibat fatal misalnya terinjak oleh penonton lain, pingsan , bahkan sampai kematian. Dan untuk segi konser sebaiknya memperluas kapasitas untuk penonton. Karena jika lapangan yang disediakan luas, senggol-senggolan pun akan terhindarkan, dan konser pun akan berjalan sesuai rencana .