Rabu, 12 Oktober 2011

Softskill Bab I


BAB I
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM

            A.  STUDI KASUS

Perkelahian Penonton Warnai Konser Jamrud

Warna dan aroma music yang ditawarkan grup music asal kota Cimahi, Jamrud memang berbasis rock. Jadi sudah pasti penampilan grup yang beranggotakan Krisyanto (vocal), Azis M.S (gitar), Roicky Teddy (bass), dan Suherman (drum) dalam “Djarum Super All-Out Tour 2005” cukup menyengat pergelaran pada rabu (16/3) malam di Gasibu tersebut, diwarnai perkelahian para Jamser (sebutan bagi Jamrud mania). Entah karena musik yang dibawakan Jamrud yang mengusung sederet tembang dalam album keenam bertajuk “Jamrud BO 18+” cukup keras atau memang para Jamser sudah jangar akibat terguyur hujan lebat. Apalagi sebagian di antara mereka terlebih dulu menonton permainan Persib saat menjamu Deltras di Stadiion Siliwangi. Gitaris Azis terpaksa beberapa kali maju ke depan panggung karena melihat Krisyanto hanya geleng-geleng kepala melihat ulah para penonton. Hamper di setiap penghujung tembang yang dibawakan Kris sudah pasti penonton akan papuket, saling pukul satu dengan lainnya. “sudah-sudah, kalian ini dating ke sini mau nonton konser  musik apa mau cari musuh. Kalo nonton konser kalian akan mendapatkan teman dan kesenangan. Kalau cari musuh, kalian hanya akan dapat bengep.” Ujar Kris dan Azis. Sebenarnya konser Jamrud dalam “Djarum All-Out Tour 2005” semalam sangat menarik untuk ditonton dan dinikmati. Tidak saja enak di di telingan, tetapi juga indah di mata. Bagaimana tidak, tembang yang dibawakan Kris dibantu additional gitar Surya dan additional terompet Andre dan Yulianus, sangat akrab ditelinga para Jamser. Belum lagi didukung tata cahaya dan sound dengan kekuatan ratusan ribu watt yang cukup membuat dada penonton bergetar. Membuka penampilannya, Jamrud langsung menggebrak lewat tembang bertajuk “Setan 666” dengan music yang didominasi permainan gitar Azis dan gebukan drum Suherman. Tembang ini semacam sindiran bagi mereka yang kecanduan memasang kode buntut dan berupaya mencari nomor jitu ke perkuburan sehingga pada akhirnya hanya bertemankan setan. Mungkin karena tembang yang sebenarnya menjadi salah saatu tembang jago Jamrud dalam “Jamrud BO 18+”, penonton hanya mengapresiasikannya dengan melompat-lompat. Usai lagu tersebut, mereka mengakhirinya dengan saling doron dan berlanjut dengan saling hantam satu dengan lainnya. Kejadian pembuka ini berlanjut pada tembang “Anjink” yang lirik maupun musiknya keras. Hal serupa juga terjadi saat tembang “Anti Sosial”, “Negeri Makmur”, dan “Kapten Kris”. Hal ini mengundang petugas mengamankan situasi, mereka yang berulah ditarik ke luar arena. Ketika hujan mulai reda seiring meredanya ulah penonton, meluncurlah tembang “Suti-Tejo” yang dicomot dari album “Ningrat”. Demikian pula tembang “Gaya” dari album “Ningrat”, dan tembang “Hello Penjahat”, “Naksir Abis” dari album “Sydney 090102” yang merupakan tembang lawas milik Jamrud membuat penonton mampu menikmati pergelaran.

        B.  Latar Belakang Ilmu Sosial Dasar (ISD)

A)     Kemampuan Personal (kemampuan kepribadian)

Kemampuan ini menunjukan sikap dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, serta mengenal dan memahami nilai-nilai keagamaan, bermasyarakat, dasar Negara (Pancasila), lalu memiliki pandangan luas tentang kepekaan diri terhadap masalah apapun yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

B)      Kemampuan Akademik

Kemampuan yang logis dalam berkomunikasi secara ilmiah, baik itu lisan maupun tertulis,  dapat menguasai peralatan analisa, mampu berpikir secara logis, kritis, sistematis dan analisis. Serta memiliki kemampuan konsepsional dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah yg dihadapi beserta kemampuan untuk menawarkan atau menemukan alternative pemecahannya.

C)      Kemampuan Professional

Kemampuan dimana kita dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesi yang bersangkutan.






Sumber                                : http://imamb.ngeblogs.com/ilmu-sosial-dasar/latar-belakang-isd/
                                  www.google.co.id



OPINI


1.       Nama            : Muhammad Januarizman Akbar
NPM              : 14111890
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Menurut saya sih, tidak jarang yah kita melihat kerusuhan dalam sebuah konser. Tidak hanya dalam konser yang ber aliran Rock, namun terkadang konser musik yang beraliran Dangdut, Pop, serta Blue juga terkadang terjadi kericuhan. Kerusuhan seperti itu merupakan sebuah kebiasaan penonton yang berniat senang-senang, tetapi juga membahayakan bagi penonton lain yang hanya menikmati konser tersebut dengan ketenangan dan keseriusan. Menurut saya tidak perlu sampai seperti itu, karena dengan menonton dan mendengarkan saja kita dapat menikmati konser tersebut.”

2.       Nama            : Kiki Asfiyani
NPM              : 13111988
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Sudah pasti pasti ada kerusuhan/bentrok dalam suatu konser karena kurangnya pengamanan yang ketat dari pihak Securitynya. Serta emosi para penontonnya juga terpicu dengan kapasitas penonton yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kericuhan di konser tersebut.”

3.       Nama            : Mujahid Ramadhan
NPM              : 15111026
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Menurut saya kerusuhan yang terjadi sudah biasa terjadi dimana-mana, bukan hanya konser Jamrud ini saja, tetapi pada konser-konser yang lain pasti akan ricu atau rokes. Karena ulah satu dua orang yang memulai dengan senggol-senggolan lah, dan kelamaan penonton akan jadi emosi, factor utamanya bukan karena musik yang dibawakan oleh artisnya, namun lebih ke orang yang ikut nonton dengan niat senang-senang tetapi malah menimbulkan masalah kepada semua penonton yang berada didekatnya.”


4.       Nama            : Yulita Dwi Irawan
NPM              : 18111280
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Penonton tidak  menyadari bahwa kelakuannya itu sudah melanggar ketertiban dan membuat konser tersebut menjadi rusuh. Padahal krisyanto (vocal), azis M.S (gitar) sudah menegur kepada para penonton kalau jangan ada kerusuhan di konser ini. Tetapi penonton tersebut tetap melakukan aksinya dorong mendorong dan saling hantam satu dengan yang lainnya. Seharusnya petugas keamanan menertibkan penonton tersebut dan membuat sanksi kepada penonton yang sudah membuat rusuh konser tersebut.”

5.       Nama            : Andrew Oliver
NPM              : 10111798
Kelas             : 1KA32
Opini             :  “Dengan sistem keamanan dan pengamanan yang minim merupakan factor utama timbulnya kerusuhan dalam suatu konser. Disisi lain juga para penonton yang usil dan saling hantam sana hantam sini. Kesadaran diri dari masing-masing penonton merupakan hal utama yang seharusnya diterapkan kepada setiap orang yang menonton konser. Disini kita mau nonton konser, jadi tidak perlu harus membuat kerusuhan. Banyak yang merasa dirugikan apabila hal itu terjadi.”

6.       Nama            : Ferdy Herlambang
NPM              : 12111823
Kelas             : 1KA32
Opini             : ”Kerusuhan sering terjadi di sebuah konser karena hal sepele seperti adanya provokator yang memulai sebuah kerusuhan dengan cara senggol sana senggol sini dengan berlebihan. Petugas keamanan yang hanya terdiri dari bebarapa orang tidak mungkin dapat mengamankan jumlah penonton yang berjumlah ratusan, bahkan ribuan. Sebaiknya pada saat konser berlangsung petugas security dan petugas yang berwajib berjaga-jaga dengan mengelilingi lokasi konser untuk memastikan tidak terjadi kericuhan dikonser tersebut.”

7.       Nama            : Raden Bagus Teguh Sulistiadi
NPM              : 15111720
Kelas             : 1KA32
Opini             : ”Merupakan hal yang wajar apabila di suatu konser terbuka seperti yang dijelaskan di studi kasus mengalami bentrok atau kericuhan. Hal tersebut terjadi disebabkan keamanan dari pihak penyelenggara tidak maksimal atau tidak bekerja dengan baik. Keamanan dan pengamanan pada saat konser berlangsung merupakan hal yang perlu di perhatikan. Apabila dari keamanan tidak mendukung, maka akan terjadi kerusuhan dari penonton. Apalagi untuk band Rock, Metal, dan beraliran keras, konser tersebut sangat sering sekali terjadi kerusuhan, maka hal utama  yang harus diperhatikan dari si Penyelenggara konser adalah keamanan dan pengamanan para petugas kepada penonton.”

8.       Nama            : Ega Septian
NPM              : 12111332
Kelas             : 1KA32
Opini             : “Mungkin sebaiknya acara konser di selenggarakan secara resmi .. dan memperbanyak petugas keamanan  dan mengamankan sejumlah penonton yang menjadi  biang keributan . karena hampir setiap anak muda indonesia seperti ini, selalu memperpanjang masalah sepele yang berakhir dengan keributan , misalnya senggol-senggolan yang akan berakibat fatal misalnya terinjak oleh penonton lain, pingsan , bahkan sampai kematian. Dan untuk segi konser sebaiknya memperluas kapasitas untuk penonton. Karena jika lapangan yang disediakan luas, senggol-senggolan pun akan terhindarkan, dan konser pun akan berjalan sesuai rencana .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar