BAB I
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH
DASAR UMUM
A. STUDI
KASUS
Perkelahian
Penonton Warnai Konser Jamrud
Warna dan aroma music yang ditawarkan grup music asal kota
Cimahi, Jamrud memang berbasis rock. Jadi sudah pasti penampilan grup yang
beranggotakan Krisyanto (vocal), Azis M.S (gitar), Roicky Teddy (bass), dan
Suherman (drum) dalam “Djarum Super All-Out Tour 2005” cukup menyengat
pergelaran pada rabu (16/3) malam di Gasibu tersebut, diwarnai perkelahian para
Jamser (sebutan bagi Jamrud mania). Entah karena musik yang dibawakan Jamrud
yang mengusung sederet tembang dalam album keenam bertajuk “Jamrud BO 18+”
cukup keras atau memang para Jamser sudah jangar akibat terguyur hujan lebat.
Apalagi sebagian di antara mereka terlebih dulu menonton permainan Persib saat
menjamu Deltras di Stadiion Siliwangi. Gitaris Azis terpaksa beberapa kali maju
ke depan panggung karena melihat Krisyanto hanya geleng-geleng kepala melihat
ulah para penonton. Hamper di setiap penghujung tembang yang dibawakan Kris
sudah pasti penonton akan papuket,
saling pukul satu dengan lainnya. “sudah-sudah, kalian ini dating ke sini mau
nonton konser musik apa mau cari musuh.
Kalo nonton konser kalian akan mendapatkan teman dan kesenangan. Kalau cari
musuh, kalian hanya akan dapat bengep.” Ujar Kris dan Azis. Sebenarnya konser
Jamrud dalam “Djarum All-Out Tour 2005” semalam sangat menarik untuk ditonton
dan dinikmati. Tidak saja enak di di telingan, tetapi juga indah di mata.
Bagaimana tidak, tembang yang dibawakan Kris dibantu additional gitar Surya dan
additional terompet Andre dan Yulianus, sangat akrab ditelinga para Jamser.
Belum lagi didukung tata cahaya dan sound dengan kekuatan ratusan ribu watt
yang cukup membuat dada penonton bergetar. Membuka penampilannya, Jamrud langsung
menggebrak lewat tembang bertajuk “Setan 666” dengan music yang didominasi
permainan gitar Azis dan gebukan drum Suherman. Tembang ini semacam sindiran
bagi mereka yang kecanduan memasang kode buntut dan berupaya mencari nomor jitu
ke perkuburan sehingga pada akhirnya hanya bertemankan setan. Mungkin karena
tembang yang sebenarnya menjadi salah saatu tembang jago Jamrud dalam “Jamrud
BO 18+”, penonton hanya mengapresiasikannya dengan melompat-lompat. Usai lagu
tersebut, mereka mengakhirinya dengan saling doron dan berlanjut dengan saling
hantam satu dengan lainnya. Kejadian pembuka ini berlanjut pada tembang
“Anjink” yang lirik maupun musiknya keras. Hal serupa juga terjadi saat tembang
“Anti Sosial”, “Negeri Makmur”, dan “Kapten Kris”. Hal ini mengundang petugas
mengamankan situasi, mereka yang berulah ditarik ke luar arena. Ketika hujan
mulai reda seiring meredanya ulah penonton, meluncurlah tembang “Suti-Tejo”
yang dicomot dari album “Ningrat”. Demikian pula tembang “Gaya” dari album
“Ningrat”, dan tembang “Hello Penjahat”, “Naksir Abis” dari album “Sydney
090102” yang merupakan tembang lawas milik Jamrud membuat penonton mampu
menikmati pergelaran.
B. Latar
Belakang Ilmu Sosial Dasar (ISD)
A)
Kemampuan
Personal (kemampuan kepribadian)
Kemampuan ini menunjukan sikap dan tindakan yang
mencerminkan kepribadian Indonesia, serta mengenal dan memahami nilai-nilai
keagamaan, bermasyarakat, dasar Negara (Pancasila), lalu memiliki pandangan
luas tentang kepekaan diri terhadap masalah apapun yang dihadapi oleh masyarakat
Indonesia.
B)
Kemampuan
Akademik
Kemampuan yang logis dalam berkomunikasi secara ilmiah,
baik itu lisan maupun tertulis, dapat
menguasai peralatan analisa, mampu berpikir secara logis, kritis, sistematis
dan analisis. Serta memiliki kemampuan konsepsional dalam mengidentifikasi dan
merumuskan masalah yg dihadapi beserta kemampuan untuk menawarkan atau
menemukan alternative pemecahannya.
C)
Kemampuan
Professional
Kemampuan dimana kita dituntut untuk memiliki kemampuan
dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesi yang bersangkutan.
OPINI
1. Nama : Muhammad Januarizman Akbar
NPM :
14111890
Kelas :
1KA32
Opini :
“Menurut saya sih, tidak jarang yah kita
melihat kerusuhan dalam sebuah konser. Tidak hanya dalam konser yang ber aliran
Rock, namun terkadang konser musik yang beraliran Dangdut, Pop, serta Blue juga
terkadang terjadi kericuhan. Kerusuhan seperti itu merupakan sebuah kebiasaan
penonton yang berniat senang-senang, tetapi juga membahayakan bagi penonton
lain yang hanya menikmati konser tersebut dengan ketenangan dan keseriusan.
Menurut saya tidak perlu sampai seperti itu, karena dengan menonton dan
mendengarkan saja kita dapat menikmati konser tersebut.”
2. Nama : Kiki Asfiyani
NPM :
13111988
Kelas :
1KA32
Opini :
“Sudah pasti pasti ada kerusuhan/bentrok
dalam suatu konser karena kurangnya pengamanan yang ketat dari pihak
Securitynya. Serta emosi para penontonnya juga terpicu dengan kapasitas
penonton yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kericuhan di konser
tersebut.”
3. Nama : Mujahid Ramadhan
NPM :
15111026
Kelas :
1KA32
Opini :
“Menurut saya kerusuhan yang terjadi
sudah biasa terjadi dimana-mana, bukan hanya konser Jamrud ini saja, tetapi
pada konser-konser yang lain pasti akan ricu atau rokes. Karena ulah satu dua
orang yang memulai dengan senggol-senggolan lah, dan kelamaan penonton akan
jadi emosi, factor utamanya bukan karena musik yang dibawakan oleh artisnya,
namun lebih ke orang yang ikut nonton dengan niat senang-senang tetapi malah
menimbulkan masalah kepada semua penonton yang berada didekatnya.”
4. Nama
: Yulita Dwi Irawan
NPM :
18111280
Kelas :
1KA32
Opini :
“Penonton tidak menyadari bahwa
kelakuannya itu sudah melanggar ketertiban dan membuat konser tersebut menjadi
rusuh. Padahal krisyanto (vocal), azis M.S (gitar) sudah menegur kepada para penonton
kalau jangan ada kerusuhan di konser ini. Tetapi penonton tersebut tetap
melakukan aksinya dorong mendorong dan saling hantam satu dengan yang lainnya.
Seharusnya petugas keamanan menertibkan penonton tersebut dan membuat sanksi
kepada penonton yang sudah membuat rusuh konser tersebut.”
5. Nama : Andrew Oliver
NPM : 10111798
Kelas :
1KA32
Opini :
“Dengan sistem keamanan dan pengamanan
yang minim merupakan factor utama timbulnya kerusuhan dalam suatu konser.
Disisi lain juga para penonton yang usil dan saling hantam sana hantam sini.
Kesadaran diri dari masing-masing penonton merupakan hal utama yang seharusnya
diterapkan kepada setiap orang yang menonton konser. Disini kita mau nonton
konser, jadi tidak perlu harus membuat kerusuhan. Banyak yang merasa dirugikan
apabila hal itu terjadi.”
6. Nama : Ferdy Herlambang
NPM :
12111823
Kelas :
1KA32
Opini :
”Kerusuhan sering terjadi di sebuah konser karena hal sepele seperti adanya
provokator yang memulai sebuah kerusuhan dengan cara senggol sana senggol sini dengan
berlebihan. Petugas keamanan yang hanya terdiri dari bebarapa orang tidak
mungkin dapat mengamankan jumlah penonton yang berjumlah ratusan, bahkan
ribuan. Sebaiknya pada saat konser berlangsung petugas security dan petugas
yang berwajib berjaga-jaga dengan mengelilingi lokasi konser untuk memastikan
tidak terjadi kericuhan dikonser tersebut.”
7. Nama : Raden Bagus Teguh Sulistiadi
NPM :
15111720
Kelas :
1KA32
Opini :
”Merupakan hal yang wajar apabila di suatu konser terbuka seperti yang
dijelaskan di studi kasus mengalami bentrok atau kericuhan. Hal tersebut
terjadi disebabkan keamanan dari pihak penyelenggara tidak maksimal atau tidak
bekerja dengan baik. Keamanan dan pengamanan pada saat konser berlangsung
merupakan hal yang perlu di perhatikan. Apabila dari keamanan tidak mendukung,
maka akan terjadi kerusuhan dari penonton. Apalagi untuk band Rock, Metal, dan
beraliran keras, konser tersebut sangat sering sekali terjadi kerusuhan, maka
hal utama yang harus diperhatikan dari
si Penyelenggara konser adalah keamanan dan pengamanan para petugas kepada
penonton.”
8. Nama : Ega Septian
NPM :
12111332
Kelas :
1KA32
Opini : “Mungkin sebaiknya acara konser di
selenggarakan secara resmi .. dan memperbanyak petugas keamanan dan mengamankan sejumlah penonton yang
menjadi biang keributan . karena hampir setiap
anak muda indonesia seperti ini, selalu memperpanjang masalah sepele yang
berakhir dengan keributan , misalnya senggol-senggolan yang akan berakibat
fatal misalnya terinjak oleh penonton lain, pingsan , bahkan sampai kematian. Dan untuk segi
konser sebaiknya memperluas kapasitas untuk penonton. Karena jika lapangan yang
disediakan luas, senggol-senggolan pun akan terhindarkan, dan konser pun akan
berjalan sesuai rencana .”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar