BAB VI PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
Studi Kasus
Permukiman Ahmadiyah diserang
BOGOR, KOMPAS.com — Sekelompok massa menyerang dan membakar kompleks permukiman warga Ahmadiyah di Desa Cisalaga, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (1/10/2010) malam.
BOGOR, KOMPAS.com — Sekelompok massa menyerang dan membakar kompleks permukiman warga Ahmadiyah di Desa Cisalaga, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (1/10/2010) malam.
Menurut
pemantauan Antara di lokasi kejadian, tiga rumah dan satu masjid milik
warga Ahmadiyahh angus terbakar, termasuk satu sepeda motor dan satu
mobil.
Penyerangan oleh massa yang tidak senang dengan keberadaan permukiman Ahmadiyah tersebut mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Hingga
berita ini diturunkan, situasi tampak mencekam. Puluhan polisi dari
Polres Bogor dan juga personel Brimob tampak membuat barikade di gerbang
masuk permukiman tersebut untuk mencegah serangan massa yang masih
mencoba masuk.
OPINI
: Segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu masalah seharusnya dapat di bicarakan dengan baik-baik dan kepala dingin, maka dari itu tidak boleh kita menentukan sendiri segala sesuatunya dengan pemikiran sastu orang. Oleh karena itu, hal tersebut harus dimusyawarahkan terlebih dahulu sampai memiliki atau menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.
PERRBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA
1) Sistempelapisanmasyarakat yang tertutup
Pelapisan tertutup misalnya :
▪ Kast aBrahmana : merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.
▪ Kasta Ksatria :merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
▪ KastaWaisya :merupakankastadarigolonganpedagang yang dipandangsebagailapisanmenengahketiga.
▪ KastaSudra :merupakankastadarigolonganrakyatjelata.
▪ Paria :golongandarimereka yang tidakmempunyaikasta. Misalnyakaumgelandangan, pemintadansebagainya.
Pelapisan tertutup misalnya :
▪ Kast aBrahmana : merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.
▪ Kasta Ksatria :merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
▪ KastaWaisya :merupakankastadarigolonganpedagang yang dipandangsebagailapisanmenengahketiga.
▪ KastaSudra :merupakankastadarigolonganrakyatjelata.
▪ Paria :golongandarimereka yang tidakmempunyaikasta. Misalnyakaumgelandangan, pemintadansebagainya.
2) Sistempelapisanmasyarakatterbuka
Sistem yang demikiandapatkitatemuididalammasyarakat Indonesia. Setiap orang diberikesempatanuntukmendudukisegalajabatanbilaadakesempatandankemampuanutnukitu.Tetapidisampingitu, orang jugadapatturundarijabatannyabiladiatidakmampumempertahankannya.
Status (kedudukan)yangdiperolehberdasarkanatasusahasendiridisebut “Archieve status”.
Sistem yang demikiandapatkitatemuididalammasyarakat Indonesia. Setiap orang diberikesempatanuntukmendudukisegalajabatanbilaadakesempatandankemampuanutnukitu.Tetapidisampingitu, orang jugadapatturundarijabatannyabiladiatidakmampumempertahankannya.
Status (kedudukan)yangdiperolehberdasarkanatasusahasendiridisebut “Archieve status”.
BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut :
Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class) dan kelas bawah (lower class). Semakin tinggi golongannya semakin sedikit orangnya.
Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut :
Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class) dan kelas bawah (lower class). Semakin tinggi golongannya semakin sedikit orangnya.
Beberapa dicantumkan teori-teori tentang pelapisan masyarakat:
1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara teradapat 3 unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali dan mereka yang berada ditengah-tengahnya.
2) Prof. Dr. Selo Sumardjan Soemardi SH. MA. menyatakan: selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapa tmenumbuhkan system berlapis-lapis dalammasyarakat.
3) Vilfredo Pareto, sarjana Italia menyatakan bahwa ada dua kelas yang senanatiasa berbeda setiap waktuya itu gol.Elitedangol.Non Elite. Perbedaan watak, keahlian dan kapasitas.
4) GaotanoMosoa, sarjana Italia, didalam “The Rulling class” menyatakan sebagai berikut :
Didalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. Kelas pertama (pemerintah) lebi hsedikit.Kelas kedua (diperintah) lebih banyak.
5) Karl Marx :Pada pokoknya ada dua macam didalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan dalam proses produksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar