Senin, 14 Oktober 2013

9 Unsur Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah

Dalam pembuatan karya ilmiah yang baik dan benar menurut tata aturan Bahasa Indonesia, kita harus menggunakan 9 unsur yang ada. Apa sajakah unsur-unsur tersebut ? Berikut penjelasan dari ke- 9 unsur tersebut :

1.       Ragam Bahasa
Adalah sebuah varian dari bahasa yang menurut dari pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian yang menurut dari pemakai.

2.       Ejaan
adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu
            Sumber 2
3.       Diksi
Adalah pemilihan kata dan gaya ekspresi yang dilakukan oleh penulis atau pembicara dengan tujuan agar mudah didengar dan dipahami.

4.       Kalimat
Adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola  intonansi akhir.

5.       Alinea dan Pengembangannya
Alinea (paragraph) adalah sebagai suatu bagian dari karangan atau tuturan yang terdiri atas beberapa kalimat yang mengungkapkan suatu informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya. Pengembangan dari alinea atau paragraf biasa digunakan oleh penulis harus memberikan fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.

6.       Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

A. Pemilihan Topik

Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.

B. Pembahasan Topik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
  • menampilkan informasi latar belakang, 
  • menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian, 
  • memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis, 
  • menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu, 
  • menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan, 
  • membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi). 
  • memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

C. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah: 

  • Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
  • Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian. 
  • Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
  • Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
  • Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.

D. Menentukan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :
  • Menambah struktur pengetahuan.
  • Mengembangkan metode penelitian.
  • Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan.
  • Mengevaluasi program.
  • Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.

E. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)

Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan. Penyusunan outline (kerangka karangan) secara garis besar dapat dilakukan dengan menggunakan pola alamiah dan pola logis.  Macam–macam outline ( kerangka karangan ) dapat berdasarkan atas : sifat rinciannya dan berdasar perumusan teksnya.  Syarat outline ( kerangka karangan ) yang baik adalah sebagai berikut :
  • Tesis atau pengungkapan harus jelas.
  • Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
  • Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide jelas.
  • Harus menggunakan simbol yang konsisten.

F. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

  • Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.
  • Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.
  • Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.
             Sumber 6

7.       Kerangka Karangan
Adalah sebuah rencana kerja yang membuat garis-garis besar suatu karangan yang memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana kita akan menyusun karangan-karangan tertentu. Dalam pemuatan kerangka karangan.. kita hadrus menyiapkan dalam bentuk catatan-catatan sederhana, tapi juga dapat berbentuk mendetail dan digarap sangat cermat.
8.       Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat pada buku, majalah, koran, dan sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh dan kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi dari penulis.

9.       Abstrak dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide permasalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian. Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya : thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Sumber 9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar