Kamis, 08 Januari 2015

Automotive Multimedia Interface Collaboration


A. Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia

   Dengan berkembangnya teknologi di dunia ini, tidak hanya perusahaan elektronik rumah tangga atau kantoran saja yang semakin berkembang, pada saat ini beberapa perusahaan otomotif terkenal di dunia juga telah menggaet perusahaan-perusahaan teknologi antar muka untuk membantu sistem pada kendaraan. Bagaimana kah kolaborasi perusahaan otomotif dengan perusahaan teknologi lainnya ?

   Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia adalah sebuah kelompok yang dibuat oleh pembuat (maker) untuk menciptakan standar umum yang digunakan untuk mengatur bagaimana cara kerja perangkat elektronik, seperti komputer dan hiburan unit, berkomunikasi dengan kendaraan. Dan memiliki anggota: Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault. Sedangkan pengertian AMI-C adalah organisasi global yang mewakili mayoritas dunia produksi kendaraan. AMI-C mengembangkan dan standarisasi yang umum multimedia dan telematika otomotif antarmuka untuk kendaraan jaringan komunikasi.

Tujuan dari kolaborasi antar muka otomotif multimedia antar lain :
  1. Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output
  2. Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan
  3. Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit
  4. Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar
B. Implementasi Antar Muka Otomotif Multimedia

Penerapan Multimedia Menurut Vaughan (2004, p4), dalam kehidupan sehari-hari manusia, yaitu dalam :

  • Bisnis
Aplikasi multimedia dalam bisnis meliputi presentasi, pengajaran, pemasaran, periklanan, demo produk, database, catalog, instant message dan komunikasi jaringan. Tidak ketinggalan video conference, yang
memungkinkan adanya tatap muka tanpa harus berada didalam suatu tempat yang sama. Dengan adanya aplikasi multimedia inilah, perusahaan - perusahaan dapat menjalani bisnisnya lebih lancar.
  • Pendidikan 
Aplikasi multimedia dalam bidang ini mengubah proses belajar mengajar yang konvensional menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga proses belajar – mengajar tidak terlalu monoton seperti selama
ini yang dilakukan di sekolah-sekolah pada umumnya. Contohnya seperti aplikasi multimedia untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak – anak. Aplikasi tersebut dapat disisipkan animasi – animasi yang tentunya menarik bagi anak-anak sehingga dapat membantu meningkatkan minat mereka dalam membaca maupun belajar hal lainnya.
  • Rumah 
Aplikasi multimedia dalam rumah sangat beraneka ragam. Contohnya komputer yang menggunakan CD-ROM atau DVD-ROM sebagai alat penyalur multimedia. Terdapat juga mesin-mesin permainan yang
menggunakan televisi sebagai penyalur multimedia, seperti : Sega, Nintendo, playstation, x-box, dan sebagainya dimana semua permainannya menggunakan elemen-elemen multimedia.
  • Tempat umum 
Aplikasi multimedia di tempat-tempat umum dapat berupa kios informasi seperti yang terdapat pada hotel-hotel, pusat perbelanjaan, museum, pusat hiburan dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat berguna untuk memberikan informasi-informasi dan bantuan mengenai tempat yang bersangkutan. Misalnya kios informasi pada pusat hiburan yang memberikan letak-letak suatu toko atau sarana hiburan yang terdapat didalam cakupan wilayah kios informasi tersebut.


C. Contoh Automotive Multimedia Interface Collaboration
   
   Pada zaman yang sangat maju ini, pabrikan chip Nvidia telah memiliki inovasi baru dengan besutan barunya yaitu sebuah chip yang dimotori chip Tegra X1 yang merupakan sebuah sistem untuk otomatisasi kendaraan. 

   Aneka kamera dan sensor yang terhubung dengan Drive PX menurut rencana akan memungkinkan mobil melakukan hal-hal seperti menyetir sendiri (auto-pilot) serta memarkir sendiri (auto-valet), tanpa intervensi manusia sama sekali. Setelah diparkir, mobil bisa dipanggil oleh pengemudi lewat smartphone.

   "Kita akan melihat masa depan yang dipenuhi mobil otomatis, robot, dan drone yang bisa melihat dan belajar dengan kecerdasan yang luar biasa," kata CEO Nvidia Jen-Hsun Huang.  Adapun Drive CX adalah sistem komputer yang mendukung aneka tampilan grafis untuk keperluan navigasi, infotainment, instrumen digital, serta monitoring pengemudi.

   Chip Tegra X1 yang tertanam di Drive PX dan CX diklaim memiliki kinerja luar biasa dengan kemampuan komputasi lebih dari 1 teraflops. Chip 64-bit dengan 256 CPU core dan pengolah grafis Maxwell ini dibekali program yang bisa mengenali aneka obyek di jalan, seperti rambu-rambu, speed camera, hingga pejalan kaki. Meski terdengar canggih, masih belum diketahui pabrikan otomotif mana saja yang berminat memakai platform Drive PX dan CX. Belum jelas pula kapan produk mobil otomatis ala Nvidia akan memasuki pasaran

   Dari semua perkembangan teknologi saat ini dan di masa akan datang tentunya akan memiliki celah dimana kelemahan dari sistem tersebut. Dan pastinya persaingan dunia teknologi didunia ini akan semakin ketat. Maka dari itu, marilah kita mengikuti perkembangan teknologi yang ada didunia luar, agar negara Indonesia juga dipandang dari sisi teknologi. 


Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar