BAB VIII ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
BAB VIII
ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
PENGERTIAN TEKNOLOGI
Teknologi
diartikan sebagai ilmu terapan dari rekayasa yang diwujudkan dalam
bentuk karya cipta manusia yang didasarkan pada prinsip ilmu
pengetahuan. Menurut Prayitno dalam Ilyas (2001), teknologi adalah
seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang
digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Sedangkan menurut Mardikanto (1993), teknologi adalah
suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum
banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian
warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong
terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang
bersangkutan.
Soeharjo dan Patong (1984) dalam Wasono (2008) menguraikan makna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru dan penambahan input pada usahatani. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai berikut : (1) teknologi baru hendaknya lebih unggul dari sebelumnya; (2) mudah digunakan; dan (3) tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.
Mosher (1985), teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian. Sedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani menurut Fadholi (1991), ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu (1) secara teknis dapat dilaksanakan; (2) secara ekonomi menguntungkan; (3) secara sosial dapat diterima dan (4) sesuai dengan peraturan pemerintah.
Soeharjo dan Patong (1984) dalam Wasono (2008) menguraikan makna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru dan penambahan input pada usahatani. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai berikut : (1) teknologi baru hendaknya lebih unggul dari sebelumnya; (2) mudah digunakan; dan (3) tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.
Mosher (1985), teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian. Sedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani menurut Fadholi (1991), ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu (1) secara teknis dapat dilaksanakan; (2) secara ekonomi menguntungkan; (3) secara sosial dapat diterima dan (4) sesuai dengan peraturan pemerintah.
Suatu
teknologi atau ide baru akan diterima oleh petani jika (a) memberi
keuntungan ekonomi bila teknologi tersebut diterapkan (profitability);
(b) teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat
(cultural compatibility); (c) kesesuai dengan lingkungan fisik (physical
compatibility); (d) teknologi tersebut memiliki kemudahan jika
diterapkan; (e) penghematan tenaga kerja dan waktu dan (f) tidak
memerlukan biaya yang besar jika teknologi tersebut diterapkan
(Mardikanto,1993).
Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah hal-hal yang baru yang belum diketahui, diterima dan digunakan banyak orang dalam suatu lokasi tertentu baik berupa ide maupun berupa benda atau barang. Suatu teknologi dapat diterima oleh masyarakat khususnya petani jika teknologi tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) segi teknis mudah digunakan, (2) segi ekonomi dapat memberi keuntungan, dan (3) segi sosial budaya dapat diterima serta tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada/berlaku.
STUDI KASUS
Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah hal-hal yang baru yang belum diketahui, diterima dan digunakan banyak orang dalam suatu lokasi tertentu baik berupa ide maupun berupa benda atau barang. Suatu teknologi dapat diterima oleh masyarakat khususnya petani jika teknologi tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) segi teknis mudah digunakan, (2) segi ekonomi dapat memberi keuntungan, dan (3) segi sosial budaya dapat diterima serta tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada/berlaku.
STUDI KASUS
Lindungi Anak dari Bahaya Internet
Bila digunakan dengan baik, teknologi Internet
tentu berdampak positif. Seseorang dapat dengan mudah mencari informasi
yang ingin diketahui. Dengan hanya mengetikkan kata pada mesin pencari (search engine),
ada banyak situs web yang dirujuk tentang informasi tersebut. Adanya
e-mail memungkinkan seseorang dapat mengirim sebuah surat untuk orang
lain dengan cepat dan mudah. Ruang obrol (chatting room) memungkinkan
seseorang untuk berkomunikasi dengan banyak orang yang saling berjauhan
sekaligus. Atau yang sedang marak, hadirnya situs web jejaring sosial
seperti Facebook atau Friendster yang memungkinkan seseorang untuk menemukan teman lama yang sudah lama tidak dijumpai.
Namun,
hal positif dari Internet ternyata dapat berakibat buruk bila digunakan
secara tidak bertanggung jawab. Banyak anak yang ketagihan atau
kecanduan Internet sehingga mereka betah berlama-lama di depan komputer
sehingga lupa akan kewajiban mereka yang lebih penting untuk makan,
mandi bahkan enggan untuk belajar. Salah satu penyebab seorang anak
begitu menyukai Internet karena mereka mendapatkan suatu pengalaman baru
dan mereka bisa mendapatkan kenyamanan. Atau mereka mendapat sesuatu
dari dunia maya ini yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata. Di dunia
maya dia bisa menjadi orang lain yang diinginkan. Misalnya, seorang anak
yang pemalu dapat dengan mudah berkenalan melalui chating atau e-mail.
Dalam game online, mereka dapat membuat karakter mereka menjadi karakter
yang cantik, kaya, atau hal lain yang mungkin berbeda dengan kehidupan
nyata mereka.
Opini :
Teknologi yang tela berkembang pesat di seluruh dunia. Dan bagi seseorang yang baru pertama kali mengenal internet, mereka berpikir bahwa internet itu mesin pencari yang serba tahu yang kita tanyakan. Kita sebagai generasi yang berpendidikan harus memperingati bagi siapapun yang menyalahgunakan internet untuk keperluan yang negatif. karena berbahaya bagi pengguna (user) yang tidak mengerti bahaya internet. Maka dari itu, kita harus memperingati teman-teman kita dan adik-adik kita untuk tidak tergoda menggunakan internet terlalu sering.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar